5 Cara Mendidik Anak Ala Rosulullah

mendidik anaka adalah sesuatu yang sangat amat penting, karena anak adalah penerus masa depan kehidupan setelah kita, memdidik anak haruslah dimulai dari usia dini, karena seorang anak ibarat lembaran kertas putih dan kita sebagai orang tuanyalah yang akan memberikan warna kepada anaknya, jika orang tua mendidik anak-anaknya dengan pendidikan yang baik sejak kecil, maka kebaikan pulalah yang akan anak-anak munculkan dari diri mereka, akan tetapi mendidik anak tidak hanya sebatas hanya mendidiknya kemudian membiarkanya tanpa adanya pengawasan lebih lanjut, karna ini bisa membahayakan bagi pendidikan agama dan  akhlak  yang telah kita ajarkan kepada mereka. Agar anak-anak tetap dalam jalan yang benar, dengan akhlak dan pemahaman agama yang baik, maka orang tua berperan penting dalam proses pembentukan jati diri anak-anak mereka, diantara cara-cara yang bisa kita ambil sebagai orang tua dalam mendidik akhlah anak-anak kita yakni dengan cara-cara yang dicontohkan rosulullah dalam mendidik anak-anaknya.
Ada 5 cara mendidik anak ala Rosul

  1. Qudwah (contoh)

Usia anak-anak adalah usia dimana mereka menangkap dan menirukan apa saja yang mereka dengar dan mereka lihat. Orang tua berperan penting dalam mencetak akhlak anak-anak mereka, karena orang tualah yang sering bersosialisasi dengan anak-anaknya. Oleh sebab itu,orang tua harus memberikan contoh-contoh yang baik bagi anak-anak mereka,  karena setiap gerak gerik yang mereka lakukan akan ditiru oleh anak-anaknya, maka dari itu, memberikan contoh prilaku akhlak yang baik kepada anak-anaknya harus disandingkan dengan prilaku orang tuan sehari-hari, karena karakter anak tidak terbentuk dengan begitu saja melainkan dengan memberikan contoh kebaikan-kebaikan dari orang tuanya secara terus menerus agar anak-anaknya bisa mencontoh prilaku yang baik dan diterapkan dalam diri mereka.
لَقَدْ كَانَ لَكُمْ فِي رَسُولِ اللهِ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ لِمَنْ كَانَ يَرْجُوا اللهَ وَاليَوْمَ الأَخِرِ وَذَ كَرَاللهَ كَثِيْرًا
“sesungguhnya telah ada pada diri rosulullahitu Uswatun Khasanah (Suri teladan yang baik)bagimu yaitu bagi orang yang mengharap rahmat Allah dan kedatangan hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah” (Q.S. Al Ahzab :21)

2. ‘Aadah (Pembiasaan)

Setelah orang tua memberikan contoh yang baik terhadap anak-anaknya, harus diimbangi dengan pembiasaan yang terus menerus, karna jika hanya dilakukan sekali saja, maka anak-anak akan menganggapnya sebagai prilaku yang biasa, akan tetapi jika kita melakukannya dengan berulang-ulang, secara tidak langsung prilaku ini akan menempel pada diri anak-anak. Dan tidak lupa kita memberitahukan bahwa prilaku yang kita lakukan ini adalah prilaku yang baik dan harus dillakukan.
عن عَمْرِو بْنِ شُعَيْبٍ عَنْ أَبِيهِ عَنْ جَدِّهِ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم: مُرُوا أَبْنَاءَكُمْ بِالصَّلاَةِ لِسَبْعِ سِنِينَ وَاضْرِبُوهُمْ عَلَيْهَا لِعَشْرِ سِنِينَ وَفَرِّقُوا بَيْنَهُمْ فِى الْمَضَاجِعِ
“Dari 'Amr ibn Syu'aib dari bapaknya dari kakeknya, Rasulullah saw. berkata: “Suruhlah anakmu mendirikan salat ketika berumur tujuh tahun dan pukullah mereka karena meninggalkannya ketika ia berumur sepuluh tahun. (Pada saat itu), pisahkanlah tempat tidur mereka” (H.R. Ahmad)

3. Mulahadzoh (Pengawasan)

“Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat); dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan” (Q.S. Al-Hasr : 18)
Memberikan pengawasan atas anak-anak kita adalah kewajiban kita, karena sekuat-kuat apapun pondasi yang kita berikan tapi tidak ada pengawasan lebih lanjut, maka iku akan bisa membuat anak-anak kita sedikit bergeser dari nilai-nilai akhlak yang kita ajarkan, makanya pengawasan terhadap anak itu sangatlah penting. Dan ketika kita melihat anak-anak kita melakukan sebuah kesalahan yang tidak seharusnya dilakukan, kita jangan langsung memberikan sebuah hukuman kepada mereka, akan tetapi kita harus memberikan prilaku yang ke-4 yangitu:

4. Mauizhoh (Nasehat)

Nasehat merupakan suatu langkah yang baik ketika ketika anak melakukan sebuah kesalahan ataupun sesuatu yang sedikit melenceng dengan apa yang kita ajarkan sesuai tuntunan Rosulullah dan syariat yang allah berikan kepada manusia. Dengan menasehati anak kita, kasih sayang dan rasa peduli akan tumbuh pada diri anak-anak kita, mereka merasa bahwa apa yang dia lakukan itu salah dan ada yang mengingatkanya dan itu bentuk kepeduliah yang diberikan orang tua terhadapnya, menasehati anak-anak tentunya dengan cara yang baik pula, jangan sampai menasehati anak-anak kita dengan marah-marah, berkata kasar dan keras, serte membuat anak kita merasa bahwa kita justru membencinya, karna ketia anak sudah terbesit dalam dirinya sedikit rasa benci, maka nasehat yang kita berikan tidak berpengaruh banyak pada perubahan sikap anak tersebut.

5. 'Uqubah (Hukuman).

Pada tahapan ini adalah tahapan yang sangat penting bagi orang tua, setelah ke-4 cara diatas dilakukan untuk mendidik anak-anak kita, memberikan contoh yang baik kepada mereka, kemudian memberikan pengawasan dalam pelaksanaannya di kehidupan sehari-hari dan ketika mereka melakukan kesalahan diberi nasehat dengan cara-cara yang baik, maka ketika 4 tahapan ini sudah diberikan kepada mereka, kitapun harus memberikan langkah yang ke lima yakni memberikan hukuman yang dalah hal ini tentunya sebuah hukuman yang bisa memberikan efek positif, serta anak-anak memiliki rasa tidak ingin lagi melakukan hal tersebut, hukuman bukan berarti  sebuah kekerasan yang harus diterima oleh anak-anak yang malanggar atau menyeleweng terhadap nilai-nilai akhlak dan keimanan mereka, kita pun harus bersikap selektif terhadap hukuman yang diberikan. Jangan sampai hukuman ini justru malah semakin membuat anak-anak kita menjadi sebih buruk lagi, contohnya cika anak tidak sholat maka hukumanya tidak diberikan uang saku, mengaji beberapa halaman selama seminggu dihadapan orang tua dan masih banyak lagi. Dan tidak lupa hukuman ini harus bisa memberikan energy positif terhadap anak-anak kita sehingga mereka akan semakin bertanggung jawab atas keajiban mereka dan bisa menjadi sebuah pembiasaaan.
Untuk mendidik anak-anak menuju jalan kebaikan membutuhkan perjuangan yang besar, dan kita sebagai orang tua jangan bosen-bosen untuk memberikan contoh kepada anak-anak kita, selalu meberikan pengawasanterhadapnya dan senantiasa memberikan nasehat-nasehat yang baik bagi mereka, dan insyaallah semua itu tidak akan sia-sia dan insyaallah akan dihitung sebagai amal jariah kita yang akan kita bawa kelak ketika kita mati, dan tentunya kita tidak ingin hanya kita saja yang bahagia dunia akhirat, akan teteapi kita bisa berkumpul bersama keluarga, saudara dan orang-orang sholeh. Aamiin

Semoga bermanfaat. 
Previous
Next Post »
'; (function() { var dsq = document.createElement('script'); dsq.type = 'text/javascript'; dsq.async = true; dsq.src = '//' + disqus_shortname + '.disqus.com/embed.js'; (document.getElementsByTagName('head')[0] || document.getElementsByTagName('body')[0]).appendChild(dsq); })();